Rabu, 12 Januari 2011

" Dalam KeFanaan"


Siang dan malam bagaikan lorong gelap..
Yang siap kulalui tanpa kata dan bicara...
Melangkah tiada pasti dalam keraguan..
Insan manakah yang sebodohnya berlalu demikian..

Sendiriku melangkah dalam kefanaan..
Menghina diri dalam caci dan cinta..
Sanggupkah aku menggenggam segumpal rasa..
Yang pabila goyah, semuanya bertaburan..

Janganlah biarkan aku sendiri wahai manusia..
Aku sudah tak tahan menahan kecamuk ini..
Rasa yang terpendam terasa menjerat leher...
Trasa sesak bagaikan di tiang gantungan..

Matilah saja aku dalam keputusasaan..
Agar jangan lagi cinta ini membebani..
Rasa demi rasa bagaikan gunung yang menimpa..
Kapankah mereka menjadi kapas di atas pundak?

Harapan itu pasti dan cinta itu kekal..
Manakala cobaan demi cobaan mengikatku..
Kupastikan semuanya adalah takdir yang dilalui..
Meski sendiri.. semua kulalui untuk mendapati..

^AKU^

Akulah lelaki biasa...
Ingin mencintai dan memberi kasih..
Berbagi suka dan duka..
Dan menarik diri tuk berbagi kecewa...
Sang penawar cinta yang tulus...

Dengarkanlah aku bercerita..
Singkat kata-katanya..
Namun jelas makna dibalik semuanya...
Cerita lalu dan cerita kini..
Yang kubalut dalam luka hati ini...

Aku lah insan lemah sang pencinta..
Harkatku sebagai manusiaku rendah..
Bagi yang tulus menganggapku tinggi..
Bagi yang angkuh menganggapku sampah..
Hanya yang tulus dapat mengerti daku...

Akulah cerita dari segala cerita..
Aku bukan awal namun slalu berakhir...
Menangis adalah tawaku bagi dunia..
Kecewa adalah kebahagiaanku yang nyata..
Namun cinta adalah piala emasku...

Aku tak sempurna seperti Pencipta..
Namun aku sempurna di dalam cinta..
Begitu tulus memberikan hati dan rasa..
Sehingga mudah semua menyakitiku..
Mempermainkanku di dalam kata cintanya..

Aku tak pernah mendendam karna cinta...
Karna cinta slalu kugenggam di tangan...
Dan tak pernah kulempar itu ke laut..
Karna semua cinta slalu kuberikan...
Meskipun kadang mereka menghempas dari tangannya...

"Pengorbanan Yang TerLunta"


tlah kau ulang be2rapa kali kesalahanmu..
tlah beberapa kali kau menyakiti diriku..
membuat hati dan perasaan ini terluka parah...
dan tak bisa di sembuhkan lagi...
tapi ku berusaha untuk mengobati lukaku yang sangat perih...

tapi semua kesalahmu telah ku maafkan
karena ku begitu sangat menyayangi dan mencintai dirimu...
tapi mengapa engkau masih terus dan terus melukaiku...

haruskah diri ini kau sakiti terus?...
beribu jarum yang kau tusukan telah menancap di dalam hatiku...
apakah engkau belum sadar dan mengerti dengan diriku...dan kesalahanmu..
sayangku...
berjuta2 puisi cinta tlah ku berikan kepdamu...
berjuta2 kata puitis yng bersalm dari dalam lubuk hatiku tlah ke sampaikan kedamu...
berjuta2 pengorbanan yang kulakukan untukmu...
berjuta2 perhatian sayng dan cintaku tlh ku lakukan untukmu juga...

tapi.....
masih belum sadar juga engaku wahai sayangku?????>.....
semua yang ku lakukan benr2 tulus....
tak sedikitpun semua yang ku lakukan untukmu dengan terpaksa..
masihkah engkau ragu terhadp semua yang ku berikan,ku lakukan dan sumua kasih sayang dan cintaku yang tlah ku berikan untukmu...
oh sayangku...
sungguh sangt ku tak mengrti dengan dirimu...

jauh dari dalm lubuk hatiku...
yaitu jauh dari luar pkiran sadrku...
ku tk ingin lagi melanjutkn hubungan perjalan kasih cinta kita ber2
suatu hari ku sempat berkata untuk putus darimu..

tapi...
kau menangis...
agar diriku tak meninggalkan dirimu...

hatiku yang terluka olehmu akhirnya luluh...
dengan tangisn mu..

tapi ku tak tega berbuat hal yang dapat menyakiti hati mu itu...
jika berbuat hal yang keji semacam itu...
maka dri ini sungguh sangat tidak bertanggung jwab...
tlah mengingkari janjiku kepdamu
yaitu janji cinta matiku dan tak mau kehilangan dirimu...